No announcement available or all announcement expired.
Home » BERITA BBWS-PJ » Pertemuan Stakeholder dalam Aksi Kolaboratif menuju Pengelolaan Air Berelanjutan
Pertemuan Stakeholder

Pertemuan Stakeholder dalam Aksi Kolaboratif menuju Pengelolaan Air Berelanjutan

Senin (01/02) Universitas Hasanuddin, Lembaga Peneliti “The Research Institute for Humanity and Nature”(R.I.H.N.) berasal dari Jepang, mengadakan kegiatan Pertemuan stakeholder dan simposium internasional, kolaboratif terhadap pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan tema “Paradigma Baru Pengelolaan Air Berkelanjutan”.  Bertempat di Saoraja ballroom, Wisma Kalla, JL. Dr. Samratulangi, No. 8, Makassar.

“Sulawesi Selatan adalah sebagai penyangga stok pangan nasional yang mendistribusikan beras untuk 21 Provinsi di Indonesia, itu semua didukung oleh pengelolaan sumber daya air”.   Sambutan dari Kepala Dinas PSDA Prov. Sulawesi Selatan, Ir. A. Darmawan Bintang, Mdev. Plg, sekaligus membuka acara kegiatan Pertemuan Stakeholder ini. Beliau mengapresiasi terhadap keterlibatan peneliti R.I.H.N. dalam hal Melakukan penelitian bagamana pengelolaan irigasi pada daerah irigasi Bil-Bili, tujuannya untuk meyusun manual penglolaan sumber daya air, bagaimana air dikelola dari petani, hal-hal positif diangkat untuk dijadikan bahan model,

Dalam pemaparannya Haryono Utomo, ST, MT, Sebagai Pembicara Utama (Kepala Bidang PJSA BBWS Pompengan Jeneberang) mewakili kepala balai BBWS Pompengan Jeneberang menyampaikan Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan, antara hulu dan hilir, antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah, serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. Dalam hal ini pembangunan ketersediaan air baku berskala kecil akan lebih diutamakan agar rakyat kecil lebih dapat menikmatinya. Prioritas utama pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan defisit air, wilayah tertinggal, dan wilayah strategis.

Pengendalian daya rusak air terutama diarahkan untuk penananggulangan banjir dengan menggunakan pendekatan vegetatif melalui konservasi sumberdaya air dan pengelolaan daerah aliran sungai. Peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara stakeholders terus diupayakan tidak hanya untuk kejadian banjir, tetapi juga pada tahap pencegahan serta pemulihan pasca bencana. Penanggulangan banjir haruslah sudah diutamakan, demikian pula pengelolaan bencana kekeringan. Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan (sustainablility) haruslah dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang terhadap air.

Acara pertemuan Stakeholder ini turut dihadiri  oleh Dosen Unhas, Tim R.I.H.N., Rektor Unhas, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Pejabat Pemerintah Terkait dalam kegiatan ini. (SISDA)

Berikan tanggapan Anda tentang website ini!

Nama Anda (wajib)

Email Anda (wajib)

Berikan Tanggapan Anda:
 Baik Sekali Baik Kurang Kurang Sekali Buruk

Handphone

Pesan Anda

Tutup