No announcement available or all announcement expired.
Home » BERITA BBWS-PJ » PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT (PKM) PEKERJAAN AMDAL PEMBANGUNAN BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI GILIRENG KABUPATEN WAJO
PKM 1

PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT (PKM) PEKERJAAN AMDAL PEMBANGUNAN BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI GILIRENG KABUPATEN WAJO

Dalam rangka mendukung pemantapan ketahanan pangan nasional, maka Pemerintah Indonesia telah melaksanakan serangkaian usaha secara terus menerus yang bertitik tolak pada sektor pertanian. Untuk menunjang pembangunan sektor pertanian perlu pembangunan fasilitas jaringan irigasi guna penyediaan kebutuhan air yang diperlukan untuk meningkatkan produksi tanaman utamanya beras.

Sungai Gilireng adalah merupakan sungai yang berada dalam Wilayah Sungai Walanae-Cenranae (Permen PUPR No.04 tahun 2015). Sesuai Master Plan WS Walanae-Cenranae bahwa akan dibangun bendung pada Daerah Aliran Sungai Gilireng, dimana masih terdapat potensi areal irigasi yang dapat dikembangkan. Lokasi bendung akan direncanakan dibangun pada DAS Gilireng yang terletak pada wilayah administratif Kab.Wajo, Prov. Sulawesi Selatan.

Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengadakan Pertemuan Konsultasi dengan Masyarakat (PKM) terkait pekerjaan AMDAL pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Gilireng, di Hotel Sermani, Jl. Bau Baharuddin, Kab. Wajo.

Sosialisasi ini dibuka Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Wajo, Andi Sederhana, dalam sambutannya mengucapkan rasa syukurnya terhadap rencana pembangunan bendung dan jaringan irigasi Gilireng. pemerintah daerah sudah sejak puluhan  tahun lalu merencanakan pembangunan ini namun mendapat penolakan dari masyarakat. Harapannya, pemerintah dan masyarakat saling mendukung terhadap program ini sehingga percepatan pembangunan terlaksana dengan lancar.PKM 2

Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum BBWS Pompengan Jeneberang mengharapkan semoga kelancaran dari pembangunan bendungan passeloreng dapat diikuti dengan pembangunan bendung dan jaringan irigasi gilireng, karena dengan selesainya pembagunan bendungan passeloreng akan berdampak langsung pada masyarakat.

Masyarakat pada 4 kecamatan yang terkena dampak dari pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Gilireng sangat antusias dan mendukung dengan adanya kegiatan ini, karena area persawahan disini masih mengandalkan sawah tadah hujan. Namun, masyarakat berharap untuk ganti rugi lahan agar di sesuaikan dengan harga pasar sekarang, ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Wajo, Andi Sederhana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab. Wajo, Andi Ratnawati Paturusi, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum, Hasrawati Rahim, Kepala Satker PJPA, Tampang,  para Camat, Kepala Desa, dan masyarakat di  empat kecamatan, yakni Gilireng, Majauleng, Sajoangin, dan Penrang. (SISDA)

Berikan tanggapan Anda tentang website ini!

Nama Anda (wajib)

Email Anda (wajib)

Berikan Tanggapan Anda:
 Baik Sekali Baik Kurang Kurang Sekali Buruk

Handphone

Pesan Anda

Tutup