Home » BERITA BBWS-PJ » Penanaman Pohon untuk Kanal Saluran Bersih dan Sehat
K640_IMG_4675

PENGALIHAN ALIRAN SUNGAI (RIVER CLOSURE) PEMBANGUNAN BENDUNGAN KARALLOE KABUPATEN GOWA

Pembangunan Bendungan Karalloe Kabupaten Gowa merupakan salah satu dari empat Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR yang sedang dikerjakan di Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa (9/10) bertempat di lokasi pembangunan Bendungan Karalloe, dilaksanakan Pengalihan Aliran Sungai (River Closure) masuk ke terowongan. kegiatan pengalihan aliran sungai ini ditandai dengan penekanan tombol sirene. Hadir dalam acara ini Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumiarsih, Kepala Bidang Bendungan Wilayah Timur, Mathius Tangyong, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, T. Iskandar, Staff Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Deni Irawan, Bupati Kabupeten Gowa, Adnan Purichta IYL, Kepala Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, Aster Kodam VII/ WRB Kolonel Inf. Heri Parkosa, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, DANDIM 1409 Gowa Arh Nur Subekhi, dan rombongan forkopimda pemprov Sulsel dan Pemda Gowa.

Dalam sambutannya Kepala BBWS Pompengan Jeneberang menyampaikan pembangunan bendungan Karalloe ini dapat berjalan dengan lancar, berkat adanya kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah Gowa. pembangunan Bendungan Karalloe ini dilakukan sejak tanggal 18 Desember 2013 dengan waktu pelaksanaan 49 bulan, mulai 20 Desember 2013 hingga 28 Desember 2017, Namun telah mengalami perpanjangan waktu sampai dengan 18 Desember 2019. Perpanjangan ini dikarenakan adanya perubahan desain juga mengalami penambahan waktu pelaksanaan sehingga adanya penambahan pekerjaan paket II dengan waktu pelaksanaan 24 bulan dimulai tanggal 25 Mei 2018 hingga 13 Mei 2020. Jadi pengalihan air sungai ini melalui struktur terowongan yang kita bangun, dimana terowongan yang panjangnya 583 meter dan apabila ini dapat kita lakukan sekarang, berarti pekerjaan main dam bendungan sudah dapat dimulai. Proses penutupan ini bersifat sementara hingga pembangunan tugu tersebut selesai.

K640_IMG_4726Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gowa bersyukur karena bendungan ini dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada, dan kesyukuran bagi kita karena pembangunan bendungan yang dulunya sempat tersendat beberapa tahun, namun karena adanya kerjasama dengan seluruh pihak yang ada mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten sehingga pembangunan bendungan ini dapat berjalan kembali. Adnan menerangkan Kabupaten Gowa memiliki banyak bendungan, hanya saja keseluruhan bendungan tersebut tidak mengaliri Kabupaten Gowa, melainkan mengairi Kabupaten/Kota lain, Harapannya, nantinya akan ada proyek Bendungan yang dapat mengaliri wilayah Kabupaten Gowa secara keseluruhan, agar masyarakat dapat memperbaiki pertanian dan juga saluran irigasi yang semakin baik dan tentunya hal ini akan berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang ada di wilayah kabupaten Gowa, Jelasnya.

Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Deni Irawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka pembangunan nasional untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. provinsi Sulsel yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional yang merupakan amanah dari pemerintah. Selain itu juga merupakan pilar utama pembangunan ekonomi kawasan Timur. mengingat, hampir seluruh wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan memberikan kontribusinya terhadap keberadaan pangan Nasional.

Dihadapan para tamu undangan, Deni menjelaskan untuk Sulawesi Selatan bagian timur seperti Kabupaten Sidrap, Pinrang mempunyai Insfrastruktur Sumber Daya Air yang memadai sehingga kualitas dan kuantitas produksi dapat berjalan dengan baik, sedangkan Sulawesi Selatan bagian selatan Seperti Kabupaten Takalar, Jeneponto yang notabene memiliki potensi sangat luas namun masih memerlukan adanya Infrastruktur pengairan pendukung.

“Kita Harapkan Kegiatan hari ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan potensi pemanfaatan daerah yang ada. kedepannya Bendungan Karalloe ini mampu memberikan penyediaan air baku, pembangkit Listrik, pengendali banjir dan menjadi area wisata.

Ni Made Sumiarsih, Kepala Pusat Bendungan mewakili Dirjen SDA Kementerian PUPR dalam sambutannya menyampaikan Kementerian PUPR senantiasa berupaya dan bekerja keras dalam mendukung upaya intensifikasi pertanian dengan membangun sarana dan prasarana pengairan untuk mengairi areal persawahan serta pengembangan jaringan pada daerah irigasi. Untuk itu, sarana dan prasarana yang telah dibangun tersebut dapat dipelihara dan pengoperasiannya dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai ketentuan dan kaedah-kaedah yang ditetapkan.

Bendungan Karalloe mempunyai volume tampungan sebesar 40,53 juta M3 dengan luas genangan 145 Ha. Saat ini Progres fisik pekerjaan Pembangunan Bendungan Karalloe sudah mencapai realisasi 61,5% tahap I sedangkan tahap II sebesar 1,5%. Pemanfaatan Bendungan Karalloe ini sebagai Penyedia Air Baku sebesar 440 Lt/dt, mengaliri lahan irigasi seluas 7 ribu Ha, Pembangkit listrik tenaga air 4,5 MW, sebagai konservasi sumber daya air, dan menciptakan area wisata baru. (IPG SISDA)

Berikan tanggapan Anda tentang website ini!

Nama Anda (wajib)

Email Anda (wajib)

Berikan Tanggapan Anda:
 Baik Sekali Baik Kurang Kurang Sekali Buruk

Handphone

Pesan Anda

Tutup