Home » BERITA BBWS-PJ » DIRJEN SDA MENINJAU PEMBANGUNAN BENDUNGAN KARALLOE
image006

DIRJEN SDA MENINJAU PEMBANGUNAN BENDUNGAN KARALLOE

Dirjen SDA, Imam Santoso, Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumarsih, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Agus Setiawan, beserta rombongan meninjau proyek pembangunan Bendungan Karalloe, Jumat (27/1). Secara administratif, Bendungan Karallloe terletak di wilayah Kab. Gowa, Kec. Tompobulu/Biring Bulu tepatnya di dua Desa yaitu Desa Garing dan Desa Taring. Daerah genangan dan daerah aliran sungai terletak di Kab. Gowa, sedangkan jaringan irigasi dan daerah irigasinya terletak di Kabupaten Jeneponto.

Disela peninjauannya, Imam Santoso, Dirjen SDA menyampaikan kepada Kontraktor maupun Konsultan pelaksana  pembangunan bendungan karalloe agar lebih fokus, terus bekerja keras, tepat dalam bertindak, salah satunya adalah dengan membangun kantor di area pembangunan Bendungan Karalloe.  koordinasi harus tetap jalan dengan Pemerintah Daerah setempat, evaluasi dan konsultasi apa yang menjadi kendala di lapangan, terutama terkait dengan proses pembebasan lahan, tambahnya.

image004Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumiarsih juga menyampaikan walau proses pembebasan tanah sudah masuk tahap sidang konsinyasi, progres harus tetap berjalan. “terkait dengan masalah pembebasan lahan, coba untuk melakukan pendekatan persuasif, beri mereka andil supaya terbuka ke pihak proyek apa maunya,”ujarnya. Beliau juga memberikan solusi terhadap masalah-masalah di lapangan sebainya di konsultankan, misalnya supervisi yang bertugas menangani warga dan pemerintah daerah dibawah level pak bupati.

pembangunan Bendungan Karalloe masih dalam tahap proses pembebasan lahan dengan melakukan langkah konsinyasi dan menitip uang pembebasan lahan ke pengadilan. Sudah 50 persen lahan yang dibebaskan dari kebutuhan lahan sekitar 215 hektare. Tersisa 50 persen lahan yang harus dibebaskan. Lahan yang masih belum dibebaskan tersebut berada pada tapak Bendungan sehingga konstruksi fisik Bendungan belum bisa dimulai menunggu pembebasan lahan selesai. tetapi proses pengerjaan konstruksi masih tetap berjalan. Progres fisik sudah mencapai 10,9 persen meliputi pembangunan jalan dan jembatan akses ke lokasi Bendungan , gudang – gudang, serta quarry material. Saat ini masuk pada tahap pengerjaan penggalian untuk inlet tunnel.

Pembangunan Bendungan Karalloe ini nantinya untuk mengairi areal persawahan ± 10.000 ha, penyediaan air baku 440 liter/detik  untuk Kabupaten Jeneponto dan sekitarnya, dan dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air ± 4,5 MW. Sementara sasarannya adalah untuk menambah cadangan air, meningkatkan luas tanam dari 4.000 ha menjadi 7.004 ha, peningkatan intensitas tanam dari 150% menjadi 250%, artinya panen 2 kali untuk padi dan satu kali untuk palawija dalam setahun. Bendungan ini juga bisa menjadi sarana dan tempat pariwisata serta tempat budidaya air tawar. adapun data teknisnya adalah luas daerah aliran Sungai  182 km², Luas Genangan Waduk 145 ha, Volume Tampungan  40,50 juta m², debit banjir rencana 2.020 m²/detik, tinggi bendungan 85 meter, panjang puncak bendungan 390 meter. (SISDA)

Berikan tanggapan Anda tentang website ini!

Nama Anda (wajib)

Email Anda (wajib)

Berikan Tanggapan Anda:
 Baik Sekali Baik Kurang Kurang Sekali Buruk

Handphone

Pesan Anda

Tutup